Kamis, 07 Februari 2013

[Berani Cerita #1] Terindah


Gambar diambil dari sini


Yuda memasukkan buku terakhir ke dalam koper. Ini hari terakhir dia melihat rumahnya sebelum terbang ke luar negeri. Sebenarnya dia sudah tidak ingin kembali lagi, tapi ada yang harus diambilnya sebelum dia benar-benar pergi.

Ma? Ma?” sebuah suara yang sangat dikenalnya terdengar dari dalam kamar utama. Pelan dia mendekat, lalu membuka pintu dengan hati-hati. Sitta tampak masih tidur, sementara Rena, anak mereka terlihat sedang mengucek-ngucek matanya.

Dia menutup pintu kembali. Ada sesak yang menghimpit dada tiba-tiba, melihat wanita yang sangat dicintainya di sana. Wanita terindah yang telah menemani hidupnya selama sepuluh tahun terakhir. Menemaninya melewati pasang surut hidup, susah dan senang bersama.

Yuda buru-buru melangkah menuju pintu ruang tamu. Semalam dia sudah bilang ke Sitta akan datang pagi-pagi sekali. Selesai urusannya, dia akan langsung pergi.

Pintu dikuncinya dengan baik. Setelah itu dia mengecek pintu samping yang langsung menuju dapur. Aman. Pandangannya tertumbuk pada sepeda pink yang terparkir di carport. Milik Rena. Weekend seperti ini biasanya dia akan mengajari Rena naik sepeda, keliling kompleks. Dielusnya sepeda itu sebentar, lalu ia buru-buru melangkah ke gerbang. Ditutupnya gerbang itu pelan-pelan, lalu dikuncinya.

Yuda menyeret kopernya menuju sedan hitam yang terparkir di jalan seberang rumahnya. Dibukanya pintu mobil dan dilihatnya wanita itu disana. Wanita cantik yang telah merebut segala keindahan dari Sitta setahun terakhir ini.

Sudah?” Lisa bertanya pelan. Yuda mengangguk. Dia menyesal kenapa dulu sempat bertemu Lisa.

Nggak papa kan?” wanita itu tersenyum. Ah, senyum itu melelehkan hatinya. Mengalirkan kehangatan. Digenggamnya tangan wanita itu. Dibalas dengan genggaman yang lebih erat, seolah ingin menguatkan. Yuda menoleh, ”Kamu, adalah wanita terindah yang hadir dalam hidupku, Sayang...Lisa tertawa.

Derum suara mobil memecah keheningan di dalam rumah itu. Rena berlari ke ruang tamu, lalu menyibak gorden yang masih tertutup. Papa itu Maa? Papa itu ya Maaaaa??” teriaknya dari ruang tamu. Sitta menyusut dua bulir bening yang mengalir di matanya. 



 ***

jumlah kata: 303
"Flash Fiction ini disertakan dalam Giveaway BeraniCerita.com yang diselenggarakan oleh Mayya dan Miss Rochma."





6 komentar:

  1. weeeeeeew
    sukses ya dek GAnyaa

    kalo masalah FF, gak berani saya
    hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lhooohh? Kok nggak berani?
      Ayo Mbak ikut ;)

      Hapus
  2. hwaa, udah lama ga baca FF andi, bagus an :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah, tergelitik bikin lagi karena ada lomba ini
      Ayo Phil ikut juga :D

      Hapus
  3. hadirnya wanita lain, kalau ada dua yg terindah berarti ??? #eh
    koment gak jelas...*_*
    sukses ya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti?
      Berarti apa mbak? :D

      makasih udah mampir :)

      Hapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...