Jumat, 15 Februari 2013

[Flash Fiction] Pejuang Terakhir

Aku melihat adikku dengan pandangan berputar-putar. Sakit sekali kena hantam lelaki tinggi besar itu. Dia sekarang sedang mengejar adikku yang lintang pukang kesana-kemari, mencoba menyelamatkan diri.

"Toloooooonnnngg!!" suara itu berdengung di telingaku. Tapi aku sudah tidak punya tenaga untuk menyelamatkan saudara perempuanku itu. Aku terkapar tak berdaya di lantai. Ubin terasa dingin sekali malam ini.

Brak! Bruk! Brak! Bruk! 
Lelaki tinggi besar itu masih membabi buta. Pandanganku mulai gelap.


***


"Ayaah... Sssstt... Udah Yah, berhenti. Rian udah tidur nih. Berisik Yah..."

Zzzzrrtt...Ctak! Ctak! Ctak!!!
Satu lagi nyamuk tersangkut di raket listrik, lalu jatuh ke lantai.
Aku menghela nafas. Fiuuhh.. akhirnya nyamuk terakhir berhasil dibersihkan dari kamar ini. 



*terinspirasi dari kegiatan setiap malam sebelum tidur Ayahnya Raihan yang selalu berburu nyamuk dengan raket listrik

2 komentar:

  1. Wakakakak.. Jadi yang minta tolong itu nyamuk betina ya mbak..hahaha

    Eh tapi, bukannya yang suka gigit di malam hari itu jenis kelaminnya sama ya... nyamuk betina...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hwoo... I forgot that!
      Aku koreksi yaa :D

      Hapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...