Suatu kali dalam percakapan dengan Ibu saya via telepon, beliau menanyakan keadaan cucu satu-satunya, bagaimana perkembangannya, sudah bisa apa, dan lain sebagainya. Saya menjawab dengan biasa saja, mengatakan kalau Raihan sudah bisa ini, itu, dst. Hingga tiba-tiba Ibu menyudahi dan bilang tidak usah cerita seperti itu lagi (kondisi Raihan yang saya ceritakan saat itu). Tentu saja saya bingung. Saya tanya kenapa, kan yang saya bilang yang baik-baik? Ibu tetap kekeuh bilang supaya saya jangan mengulanginya lagi, tanpa menjawab pertanyaan kenapa tadi.
Saya juga ingat, suatu hari saat saya sekeluarga sedang mudik di kota kelahiran suami, malam itu kami sedang ingin jajan di luar. Saya, suami, Raihan, dan Ibu mertua keluar rumah sekitaran ba'da maghrib. Tujuan kami ingin mencari jajan (makan malam). Awalnya hanya keluar desa saja, tapi karena tidak kunjung menemukan sesuatu yang menarik hati kami pun menuju ke pusat kota. Di suatu tempat jajan, setelah menentukan menu, suami saya pergi untuk memesannya sementara saya, Raihan, dan Ibu menunggu saja di mobil. Ternyata tempat yang dituju suami adalah sebuah warung kaki lima yang ramai dan karenanya kami harus menunggu lama. Sementara menunggu itu saya menggendong-gendong Raihan supaya dia tenang tidak menangis.
Setelah pesanan selesai, kurang lebih satu jam kemudian, kamipun pulang kembali ke rumah. Raihan tidur di jalan. Sampai di rumah, tak berapa lama setelah Raihan ditidurkan di kasur, tiba-tiba saja dia bangun dan menjerit-jerit. Disusui tidak mau, dia terus saja menangis kencang. Oleh Bapak dan Ibu, kami disuruh mengganti semua bajunya, lalu setelah itu Bapak membacakan doa untuk Raihan. Tak berapa lama, Raihan pun mau menyusu dan dia pun tertidur lagi.
Sampai sekarang saya dan suami masih bingung penyebab kenapa Raihan menangis tiba-tiba. Dulu kami pikir, mungkin Raihan kelelahan karena malam-malam di waktu tidurnya dia diajak keluar. Mungkin Raihan tidak enak badan. Kami bahkan berpikir mungkin juga ada 'sesuatu' yang mengikuti atau mengganggu Raihan. Sekarang setelah mengetahui tentang adanya penyakit 'ain, saya berpikir, mungkin saja waktu itu Raihan terkena 'ain.
Saya sendiri baru kemarin tahu tentang penyakit ini.
Sebelumnya, saya belum pernah mendengar atau diberitahu tentang adanya
penyakit 'ain, hingga kemudian saya membaca artikel yang sebelumnya dibaca oleh Teh Anty di facebook. Saya lupa sumbernya (dan tidak bisa buka facebook), jadi tidak bisa mempostingnya di sini. Tapi saya ingat sekali itu adalah tentang penyakit 'ain.